Jurus Dongkrak Elektabilitas Ganjar yang Anjlok, Eros Djarot: Dengarkan Suara Rakyat!

Merosotnya elektabilitas Ganjar Pranowo, menurut Erros Djarot, merupakan dampak dari kesalahan strategi, dan itu sifatnya tidak permanen.

Foto: KabarDKI

Budayawan sekaligus politisi senior Eros Djarot menyoroti elektabilitas Ganjar Pranowo yang sempat merosot tajam baru-baru ini.

Seperti diketahui, pada April 2023, Lembaga Survei Indonesia (LSI) baru saja merilis elektabilitas ketiga calon presiden (capres) 2024, di mana Ganjar Pranowo hanya mengantongi 26,9 persen atau menurun hingga 8,1 persen. Hal itu berbeda dengan Prabowo Subianto yang justru melejit di angka 30,3 persen, sementara Anies Baswedan naik tipis di angka 25,3 persen. 

"Sepertinya itu dampak dari kesalahan strategi, dan itu sifatnya tidak permanen karena masih dinamis. Tergantung bagaimana nanti timnya Ganjar dalam mendobrak itu," ungkap Eros Djarot saat diwawancari KabarDKI di Jakarta Selatan, beberapa waktu lalu. 

Meksi sempat anjlok, namun Eros menilai elektabilitas Ganjar bisa kembali moncer asalkan menggunakan strategi yang tepat. 

"Dengarkan saja suara rakyat, detak jantungnya rakyat, dengarkan tangisan rakyat dalam konteks dekati, kenali dan rasakan yang namanya amanat rakyat," ungkap pria yang juga menjabat sebagai Ketua Umum Gerakan Bhineka Nasionalis (GBN) tersebut. 

Di sisi lain, Eros menyebut bahwa rakyat kini membutuhkan sosok pemimpin yang tegas, termasuk dalam memberantas korupsi yang kian marak di Tanah Air. Dirinya pun yakin elektabilitas Ganjar akan kembali moncer jika disandingkan dengan Mahfud MD, yang memang memiliki riwayat sangat tegas dalam pemberantasan korupsi.

"Pendampingnya ini sangat menentukan, kalau menurut saya ya Mahfud MD. Cuma kan apakah petinggi partai itu siap gitu kan," pungkasnya. 

Sumber: https://dki.pikiran-rakyat.com/politik/pr-3096564777/jurus-dongkrak-elektabilitas-ganjar-yang-anjlok-eros-djarot-dengarkan-suara-rakyat

 

Social Media

Video Media Sosial

Yang kita inginkan: perubahan,.
Perubahan.
Bukan pergantian.

Perubahan” - Erros Djarot